Aku hampa, tadinya.
Sebelum caci
yang menjelma menjadi lumpur penghisap
menarikku menuju dasar pusaran benci yang terlalu dalam.
Kamu tidak jahat, JELAS!
Akulah bangsal kegelapan
yang berpura-pura menjadi malam yang menyejukkan.
Membawamu pergi menelusuri bukit-bukit indah
yang kurakit dari gumpalan dendam.
Ingatkah kali pertama bertemunya kedua bola mata?
Kita bersikeras,
masa itu adalah racikan Tuhan paling sempurna bagi kita.
Dimana kupu-kupu menari disekitaran tubuh kita,
mengerlingkan sorot bahagia dalam pelupuk mata.
MATI SAYANG, RASA ITU TELAH MATI...!!!!!!!!!
Setidaknya aku mengira demikian,
ketika kamu mulai membiarkanku sesat dalam diammu.
.jpg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar