OLEH : RIKA RAHAYU
Aku
disini saksi,
atas segala kecupan yang sempat bersujud di penjuru lapisan kulit
kita, kanda.
Bagaimana menolak kau hirup,
mereka saja berhala hanya
untuk menatapmu,kanda.
Diam-diam napasmu menggerogoti saraf-saraf,
ruangku
gelap, untuk bernapas pun sulit bagiku saat itu, kanda.
Untuk sekedar menerima bibirmu saja kubuka telinga,
ada kata yang ingin sampai dari sana,
namun tertahan oleh waktu yang beda, kanda.
Langit masih gagah saja,
merebut ingatanku,
ada
kamu pada setiap biliknya, kanda.
Mendengar serbuk yang ternyata melumpuhkan seluruh
sel otakmu,
hingga di seluruh penjuru kepalamu hanya ada satu harapku,
yaitu
seorang aku, kanda.
Aku ingin,
seluruh kata-kataku malam ini menjelma
menjadi wujudmu saja, kanda.
Lipatan lembut katup tatapanmu padaku kuatkan dasar
alasan,
sekali lagi ku ingin memujamu, kanda.
Ini tentang aku yang tak pernah tau warna, wujud
dan angka tubuhmu di sana, kanda.
Kalau boleh kukatakan,
sesungguhnya ada namamu
dalam setiap garis bibirku, kanda.
16.12.13
Tidak ada komentar:
Posting Komentar