Rabu, 11 Juni 2014

KANDA


OLEH : RIKA RAHAYU

Aku disini saksi,
atas segala kecupan yang sempat bersujud di penjuru lapisan kulit kita, kanda.
Bagaimana menolak kau hirup,
mereka saja berhala hanya untuk menatapmu,kanda.

Diam-diam napasmu menggerogoti saraf-saraf,
ruangku gelap, untuk bernapas pun sulit bagiku saat itu, kanda.
Untuk sekedar menerima bibirmu saja kubuka telinga, ada kata yang ingin sampai dari sana,
namun tertahan oleh waktu yang beda, kanda.
Langit masih gagah saja,
merebut ingatanku,
ada kamu pada setiap biliknya, kanda.

Mendengar serbuk yang ternyata melumpuhkan seluruh sel otakmu,
hingga di seluruh penjuru kepalamu hanya ada satu harapku,
yaitu seorang aku, kanda.
Aku ingin,
seluruh kata-kataku malam ini menjelma menjadi wujudmu saja, kanda.
Lipatan lembut katup tatapanmu padaku kuatkan dasar alasan,
sekali lagi ku ingin memujamu, kanda.
Ini tentang aku yang tak pernah tau warna, wujud dan angka tubuhmu di sana, kanda.
Kalau boleh kukatakan,
sesungguhnya ada namamu dalam setiap garis bibirku, kanda.




16.12.13

Tidak ada komentar:

Posting Komentar