Kamis, 19 Juni 2014

KERAMIK ILUSI


OLEH : RIKA RAHAYU




Pada keramik tanpa nama itu kulihat kembali wajah dan senyuman nakalmu,
yang sering kau sajikan padaku saat itu.
Saat tangan kita menyatu,
tatapanmu mengendap betah pada wajahku yang tersipu.
Matamu terlihat belum tolol,
untuk sesuatu yang masih tersimpan dalam memoryku.

Apa yang berharga pada jelmaan tanah liat ini,
selain sepotong ilusi?
Sesuatu yang pasti,

pasti akan retak.
Dan kita seakan berpura-pura membuatnya abadi.






Tidak ada komentar:

Posting Komentar