Kamis, 12 Juni 2014

MALAMKU YANG HILANG


OLEH : RIKA RAHAYU

Mengira-ngira namamu dalam gulita perabaan dunia.
Hujanan kalimat demi kalimat kau curahkan padaku setiap malam.
Rangkaian kata tentang rindu kau semayamkan dalam setiap ingatanku yang diam.
Ingin,
kuluapkan jawaban serupa padamu saat itu.
Membalas, dengan bisikan gegas kata paling indah, yang malaikatpun tak pernah mendengarnya.

Apa yang tumbuh dalam malam?
Yang hendak membunuhku pada ingatanku tentang pelukanmu.
Hanya,
Pelukan kosong yang tiap malam kugumamkan dalam malam-malam tanpamu.
Resah,
kulumpuhkan kata-kata,
dan kumulai menyurati angin yang berkedip lintas di atas jendelaku.

Tentang, malam yang hendak kurebut kembali.
Hanya sang mata rembulan hadir sebagai pengobat bisu.

Kulukis-lukis senyummu yang penuh rinduku.
Sesekali kau berkedip tanda ada yang kau ambil ricuh dari  hatiku.
Kau katakan berulang,
Tentang resah,
hari kemarin yang ingin merampasku.

Kala para pemuja terlelap.
Adalah diri tak ingin  terkikis habis oleh penantian panjang.
Aku mulai menggigit-gigit mimpiku bersamamu,
Saat malam mulai merebut dengan paksa,
Memenjarakanku di sini, yang tak bisa kulihat sedikitpun bayangmu yang sebelumnya dapat kusentuh.

Aku mulai, mencari-cari malamku yang hilang itu.
Aku mulai, bersujud dalam satu kecupan permohonanku untuk rindu.
Andai,
sang jarak, dan prajurit waktu.
Bisa mengerti keluhku.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar