Saya
Si Perempuan Aneh (dicap temen2) kenapa?
Saya bahkan tak berani bermimpi.
Semua mimpi yang terlintas kukembalikan lagi pada Bapak-Ibunya.
Tak heran sampai detik ini mimpi hanya jadi pagar rumahku saja.
Hidup ini terlalu rumit dan membosankan bila harus bermimpi, punya target dan kemudian hasil akhirnya Puas atau Stress (kisah yang itu-itu saja).
Seperti dipermainkan oleh waktu dengan giuran PUAS saja.
KENAPA HARUS BERMIMPI?
Jika mengikuti arus saja setiap detiknya sudah sangat penting bagiku.
Jika berjalan dengan santay saja akan lebih menjanjikan, dari resiko jatuh dan lelah, bila dibanding saat tergesa-gesa dan memaksakan tubuh untuk berlari, hasilnya tetap NOL.
"Kamu memang perempuan paling aneh yang pernah kutemui".
Saya bahkan tak berani bermimpi.
Semua mimpi yang terlintas kukembalikan lagi pada Bapak-Ibunya.
Tak heran sampai detik ini mimpi hanya jadi pagar rumahku saja.
Hidup ini terlalu rumit dan membosankan bila harus bermimpi, punya target dan kemudian hasil akhirnya Puas atau Stress (kisah yang itu-itu saja).
Seperti dipermainkan oleh waktu dengan giuran PUAS saja.
KENAPA HARUS BERMIMPI?
Jika mengikuti arus saja setiap detiknya sudah sangat penting bagiku.
Jika berjalan dengan santay saja akan lebih menjanjikan, dari resiko jatuh dan lelah, bila dibanding saat tergesa-gesa dan memaksakan tubuh untuk berlari, hasilnya tetap NOL.
"Kamu memang perempuan paling aneh yang pernah kutemui".
(Kata seorang pria padaku beberapa bulan yang lalu), tapi itu
pilihan hidupku sendiri, bukan suapan atau hidup orang yang kuidolakan, kemudian seenaknya kucopy_paste.
Saat mimpi mulai menjalar dan menyudutkanku beberapa hari ini.
Ini tentang seorang yang kuanggap dunia dan musim semi.
Boleh saja, tapi tetap akan kusembunyikan di bawah alas sepatuku sajalah
Saat mimpi mulai menjalar dan menyudutkanku beberapa hari ini.
Ini tentang seorang yang kuanggap dunia dan musim semi.
Boleh saja, tapi tetap akan kusembunyikan di bawah alas sepatuku sajalah

Tidak ada komentar:
Posting Komentar